Dalam perjalanan hidup ini, seringkali kita melangkah tanpa menyadari jejak yang telah kita tinggalkan. Refleksi adalah momen ketika kita berhenti sejenak, menengok ke belakang (bisa ribuan kilometer atau bahkan 0,01 kilometer) dan memperhatikan jejak-jejak yang telah kita ciptakan. Ini bukan hanya tentang mengingat kenangan, tetapi juga tentang memahami diri kita lebih dalam.
Refleksi merupakan kompetensi integral; kita mengingat momen-momen berharga yang telah kita alami, juga mengenali kesalahan yang pernah kita buat. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, kita bisa melihatnya sebagai kesempatan pembelajaran. Setiap kesalahan membawa pelajaran yang berharga, dan refleksi membantu kita menggali hikmah di baliknya.
Refleksi tentang memikirkan konsekuensi dari tindakan kita, dan tindakan ini berkaitan dengan pola pikir kita. Semakin banyak kita merenung, semakin baik pemahaman kita tentang terutama kebutuhan kita dan orang-orang yang terhubung dengan kita.
Ketika kita memiliki kedewasaan untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan, kita akan membuat perubahan yang diperlukan. Kadang kala keadaan terasa sukar dan seringkali tidak menyenangkan, dan tidak ada permohonan do’a atau perdebatan kusir yang bisa mengubahnya. Tetapi, jika kita berdedikasi, kita bisa mengubah keadaan.
Sejalan dengan itu, kita sedang diberitahu semua yang perlu kita dengar. Diam dan perhatikan. Berhentilah memikirkan kehilangan apapun yang kita takuti, dan mulailah merenungkan apa yang benar, baik dan pantas.
Leave a Reply