“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Itulah aspirasi hamba hingga aktif terlibat dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk semua orang. Kepedulian ini terinspirasi oleh utusan Alloh SWT yang mengucapkan pernyataan itu; Muhammad Saw.
Tidak seperti hamba, Muhammad Saw mengerjakan semua yang ia ucapkan. Dengan khotbahnya ia mengguncang dasar-dasar masyarakat yang tidak adil melalui reformasi sosial. Ia mengangkat derajat orang-orang miskin dengan sedekah, dan melumpuhkan sistem berbasis kesombongan dengan menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, kemerdekaan, martabat, kesejahteraan dan kedamaian; bagaimanapun hamba berusaha untuk menirunya.
Pernah berperan sebagai aktivis sosial di sebuah organisasi dakwah, hamba dihadapkan dengan berbagai macam orang. Sebagian besar penuh dengan kelimpahan. Sebagian lagi melarat berkepanjangan. Dari situ hamba menemukan perbedaan antara mereka yang memutar roda dengan mereka yang puas dengan apa yang terjadi. Nah yang hamba pelajari adalah untuk tidak mengabaikan orang-orang yang menderita di muka bumi. Demikian Muhammad Saw mengajarkan bahwa semua manusia mempunyai hak yang sama. Hak untuk senang.
Rahmat bagi Segenap Alam
Ini menantang hamba untuk menghilangkan jurang antara rahmat (baca:asih) dengan kebencian yang terjadi pada orang-orang. Bagian yang paling berharga dari pekerjaan hamba adalah bahwa hamba berusaha melakukan hal yang akan membawa kesenangan, atau setidaknya muka manis di hadapan setiap orang.
Meskipun dikatakan bahwa Alloh SWT tidak akan mengubah keadaan seseorang sampai ia sendiri yang mengubahnya, namun hamba mendukung setiap aktivitas yang mendorong perubahan yang berarti bagi mereka. Tuan pun dapat melakukannya, rasanya sungguh menyenangkan. Itulah awal dari perjalanan menuju perbaikan untuk semua orang dan lebih dari itu, untuk diri hamba sendiri, dan tentunya untuk Tuan juga.
Risalah Berisi Adab
Alloh SWT mengirim risalah untuk seluruh manusia melalui pilihan-Nya yang dikenal sebagai Rosul (utusan) Alloh sejak hari Alloh menciptakan manusia pertama. Risalah yang berisi bimbingan.
Alloh SWT telah memilih Muhammad Saw sebagai utusan-Nya kepada seluruh manusia, Nabi yang terakhir dari nabi-nabi sebelumnya; Isa, Musa, Yusuf, Ibrahim sampai Adam as. Semuanya membawa risalah yang sama yakni Tiada Tuhan selain Alloh.
Aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak yang mulia
Risalah-risalah sebelumnya telah dirusak manusia. Muhammad datang membawa Qur’an, yang menekankan keyakinan akan keesaan Alloh SWT, keadilan, kesetaraan dan adab sebagai cermin dari akhlak manusia.
Akhlak Muhammad Saw adalah semua kualitas mulia yang tergambar di dalam Qur’an, yang penuh dengan nilai-nilai kebajikan. Pemaaf dan memaafkan. Membalas kejahatan yang dilakukan kepadanya dengan kasih sayang. Kejujuran dan rendah hati di antara akhlaknya. Keadilan adalah pengaruh dalam kepemimpinannya.
Dzikrulloh dan Peradaban Dunia
Muhammad Saw selalu diperlakukan orang-orang sekelilingnya dengan hormat. Namun ia terganggu oleh ketidakadilan yang membudaya. Ia menyaksikan sendiri terjadinya kemunduran moral manusia. Membuatnya menyendiri di Gua Hiro untuk bercermin, bertanya-tanya apa yang bisa ia lakukan untuk mengubah kebiasaan yang telah mengakar tersebut.
Satu orang ini menginspirasi kehidupan manusia empat belas abad setelah ia meninggal dunia
Suatu malam, ketika berada di dalam gua, ia mengalami peristiwa yang secara dramatis kelak mengubah dirinya, masyarakat dan dunia.
“Bacalah!”, sebuah suara menyuruhnya untuk membaca. Muhammad Saw menjawab bahwa dia tidak bisa membaca.
Sampai tiga kali suara itu menyuruhnya, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (Laa ilaaha illallooh). Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan-mu Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan qolam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Demikian Jibril membacakan wahyu pertama. Satu wahyu dari banyaknya wahyu yang kelak datang kepada Muhammad Saw selama dua puluh tiga tahun; sebuah tugas untuk membangun kesadaran ma’rifat manusia akan Laa ilaaha illallooh dan menjaga keberlanjutan nilai-nilai keadilan, kemerdekaan, persaudaraan, kesalehan sosial dan kesetaraan yang menunjukkan sebuah risalah universal.