Kemungkinan besar saat ini Tuan merasa lebih percaya diri untuk mencapai tujuan yang telah Tuan tetapkan. Tuan punya rencana yang solid, Tuan tahu cara menangani hambatan, dan Tuan terus waspada bahkan terhadap sabotase diri terkecil sekalipun.
Alasan umum lain tidak tercapainya tujuan adalah karena orang-orang kehilangan motivasi. Apa motivasi itu? Motivasi adalah hasrat untuk melakukan sesuatu, dan hasrat itu harus memiliki alasan yang kuat.
Tuan pernah kehilangan motivasi, Tuan tahu perasaan ‘omong kosong’ yang menghampiri Tuan. Apa yang Tuan lakukan ketika itu terjadi?
Pertama, Tuan harus menemukan penyebab sebenarnya yang membuat Tuan kehilangan motivasi. Berikut adalah beberapa hal untuk ditanyakan pada diri sendiri:
- Apakah tujuan ini tidak sepenting dulu?
- Apakah saya kehilangan motivasi karena segalanya menjadi lebih sulit dari yang saya kira?
- Atau… apakah hambatan lama muncul ke permukaan?
Ada beberapa cara memotivasi diri sendiri lagi, tetapi semuanya melibatkan satu hal sederhana: PILIHAN.
Jika Tuan menemukan bahwa tujuannya tidak lagi penting (mungkin Tuan ingin menulis buku, tetapi begitu Tuan mulai, ternyata suara hati bilang tidak menyukainya), tidak apa-apa beralih ke tujuan lain yang lebih relevan dengan hasrat Tuan dalam hidup. Pastikan saja Tuan jujur pada diri sendiri.
Sebaliknya, jika Tuan berkecil hati karena mendapati bahwa Tuan harus melakukan sesuatu yang pada awalnya tidak Tuan pertimbangkan, Tuan mungkin ingin mengevaluasi kembali tujuannya. Jika itu penting bagi Tuan, Tuan akan menemukan bahwa Tuan ingin melakukan apa pun untuk mencapainya, bahkan ketika keadaan menjadi sulit!
Dan kemudian ada kemungkinan bahwa hambatan tua akan mengangkat kepalanya lagi… jika ini masalahnya, Coach dapat membantu Tuan.
Satu hal yang menjadi kunci di sini. Jika Tuan tidak berusaha untuk mendapatkan motivasi kembali, maka tidak ada orang lain yang bisa membantu Tuan. Jadi sebelum Tuan mencoba salah satu teknik di bawah ini, pastikan Tuan bersedia mengesampingkan perasaan tidak tertarik dan memberikan upaya terbaik Tuan untuk memotivasi diri sendiri lagi.
Setelah Tuan membuat komitmen agar termotivasi lagi, cobalah satu atau beberapa aktivitas berikut:
Olahraga. Mungkin Tuan pernah mendengar sebelumnya, tetapi olahraga adalah cara yang bermanfaat untuk membuat energi Tuan mengalir kembali. Tuan juga tidak perlu melakukan sesi panjang dan berlarut-larut; cobalah jalan cepat 10 menit atau latihan aerobik 30 menit. Idenya adalah membuat jantung dan paru-paru Tuan terpompa, menghancurkan kelesuan dari kepala Tuan dan memberi energi pada diri sendiri lagi.
Meditasi. Merasa terkuras atau tercerai-berai secara mental pasti akan menurunkan motivasi Tuan, dan meditasi adalah cara yang bagus untuk memperbaikinya. Tuan tidak perlu mengikat tubuh Tuan dan melantunkan mantra seperti seorang dukun –cukup duduk dengan tenang dan bernapas perlahan selama 10-20 menit. Berkonsentrasilah pada pernapasan Tuan, rasakan udara masuk dan keluar dari paru-paru Tuan. Ini seringkali bisa lebih menyegarkan daripada tidur siang yang panjang.
Tinjau kembali kegembiraan awal Tuan. Alasan lain kita kehilangan motivasi adalah karena kita lupa betapa bersemangatnya kita di awal mencapai tujuan kita. Luangkan waktu beberapa menit untuk mengingat mengapa Tuan ingin mencapai tujuan Tuan sejak awal. Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk membuat Tuan maju:
- Apa manfaat tujuan Tuan ini untuk Tuan?
- Kualitas, makna atau esensi apa yang akan dibawa oleh pencapaian tujuan ini ke dalam hidup Tuan?
- Bagaimana perasaan Tuan ketika Tuan mencapai tujuan ini?
Biarkan api di dalam diri Tuan berkobar lagi dengan ide-ide ini. Dulu mereka berguna sekali, mungkin akan berguna sekali lagi.
Akhirnya, meskipun saran ini dan saran lainnya tidak memotivasi Tuan, tetaplah berkomitmen untuk mencapai tujuan Tuan. Terkadang kita perlu memberi diri sedikit dorongan dan kemudian kita kembali ke alur motivasi sebelum kita menyadarinya.
Artikel terakhir dari seri singkat tinggi cita-cita ini membahas sesuatu yang dapat membuat SEMUA perbedaan dalam membuat Tuan terus bergerak maju –bahkan ketika motivasi Tuan menurun.
Leave a Reply