Hamba percaya bahwa api kejayaan di hati kita dapat tetap bersinar hanya setelah kita memunculkan urgensi atas semua yang kita lakukan. Ini adalah masalah hidup dan mati, karena dalam arti tertentu, di kala kita maju kita hidup dan di kala kita berhenti kita mati.
Jika Tuan tidak mempercayainya, bicaralah pada siapa saja yang telah kehilangan urgensi untuk menuntaskan sesuatu dan telah hanyut dalam kepuasan akan diri sendiri, hanyut dalam keadaan yang biasa-biasa saja dan hanyut dalam kegagalan. Hanya jika Tuan menyadari adanya urgensi dalam setiap pekerjaan Tuan, Tuan akan mengerti maksud hamba.
Urgensi adalah perasaan yang membuat Tuan tahu bahwa kemarin musnah selamanya, dan esok tidak akan pernah ada. HARI INI ada di genggaman Tuan. Dengan itu Tuan tahu bahwa melalaikan tugas hari ini akan menambah terbuangnya kemarin, dan menunda pekerjaan hari ini akan menambah beban di masa yang akan datang.
Urgensi mendorong Tuan mencapai hasil yang sekarang ada di hadapan Tuan. Syukuri atas rasa urgensi yang bisa mengubah keadaan lusuh dan kusam menjadi kehidupan yang berkilau. Atau saat ini juga, mintalah kepada Tuhan untuk memberi Tuan urgensi. Walaupun sebenarnya Dia telah melakukannya. Oleh karena itu, bersegeralah mengambil tindakan.