Setiap hari kita terus-menerus mengkonsumsi informasi, terasa atau tidak, sengaja atau tidak, baik yang baru maupun yang berupa pengulangan. Bukan saja dari media; berita, artikel, blog, buku, TV, film, tetapi juga dari percakapan orang lain yang kita dengar.
Dalam banyak hal, kelimpahan informasi yang cepat serentak ini memungkinkan kita mencapai tingkat pengetahuan yang sebelumnya tidak bisa kita raih. Namun juga dapat menyebabkan perubahan negatif terhadap cara pandang dan kepercayaan kita. Bahkan dapat memengaruhi pilihan kita di masa depan. Hal ini terutama terjadi karena sedikit pengetahuan kita tentangnya. Karenanya penting bagi Tuan berhati-hati untuk tidak membiarkan informasi semacam ini masuk ke dalam pikiran Tuan.
Tuan harus terbuka untuk menyeleksi hal-hal baru dan menyesuaikan pandangan dalam menghadapi hal baru ini. Sangat mudah menemukan bukti untuk sesuatu yang Tuan setujui. Jauh lebih sulit untuk menemukan informasi yang bisa membuktikan bahwa Tuan keliru.
Efek negatif dari informasi yang keliru dapat dikurangi jika Tuan bersikap kritis terhadap informasi tersebut. Tidak hanya menyerap informasi secara pasif, tapi juga secara aktif mempertanyakan semua hal yang lewat ke dalam pikiran Tuan.
Seberapa benar informasi ini? Apa sumber dari klaim ini? Bukti apa yang mereka miliki untuk mendukung pandangan ini? Bukti apa yang mungkin melawan pandangan ini? Apakah pandangan ini tampak logis dan rasional? Apakah ada pandangan lain yang mungkin bisa menjadi alternatif yang lebih baik?
Semua jawaban dari pertanyaan itu dapat membentuk kepercayaan Tuan, seringkali kali tanpa Tuan sadari.