Pernahkah Tuan mengalami suatu momen, di mana segalanya mengalir begitu saja, seakan-akan Tuan hanyut dalam apa yang Tuan lakukan, dan hey! Tuan merasa senang melakukannya, Tuan merasa percaya diri, dan Tuan menikmati waktu Tuan sendiri?
Mungkin pula pada saat itu Tuan sendiripun bahkan tidak menyadarinya. Semua yang Tuan anggap kewajiban terselesaikan begitu saja. Dengan cepat, mudah dan hasil sesuai dengan keinginan Tuan.
Tidakkah itu luar biasa?
Ketika tantangan pekerjaan lebih tinggi daripada keterampilan, Tuan akan merasa cemas. Sebaliknya, ketika keterampilan Tuan lebih tinggi daripada tantangan, Tuan akan merasa bosan. Namun ketika keduanya relatif seimbang, Tuan dalam keadaan ‘mengalir’ di mana Tuan sepenuhnya terserap dalam kegiatan, dan Tuan pun hilang dalam jejak waktu. Pengalaman mengalir inilah yang menghasilkan sukacita.
Waktu sangat berharga. Tuan hanya bisa menilai begitu berharganya ketika Tuan telah kehilangan waktu. Beragam tuntutan bentrok dengan waktu, dari berkontribusi sosial, komitmen profesional sampai tanggung jawab personal memeras kita lebih banyak setiap detiknya.
Banyak organisasi bersusah payah mendorong efisiensi sumber daya mereka, merampingkan manajemen dan operasional, dan mempertahankan mereka yang menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang sedikit. Di sisi lain, tekanan waktu memberi kendala yang dapat membatasi produktivitas dan mengurangi kinerja.
Kinerja mengacu pada kualitas hasil tanpa memperhatikan waktu atau biaya yang dikeluarkan untuk produksi. Mis., jumlah jawaban yang benar atas sebuah tes menjadi ukuran kinerja individu. Jumlah ide yang berkualitas yang dihasilkan oleh curah pendapat secara bersama adalah contoh kinerja kelompok. Pekerjaan dievaluasi berdasarkan kualitas laporan yang dihasilkannya.
Produktivitas adalah kinerja per satuan waktu. Mis., skor tes standar didasarkan pada jumlah jawaban yang benar dalam batas waktu yang ditentukan. Contoh lain, penilaian curah pendapat untuk menghasilkan ide harus mencakup kuantitas ide yang dihasilkan per orang dalam waktu tertentu. Hasil individu dan kelompok dievaluasi berdasarkan penilaian apakah output sepadan dengan investasi untuk menghasilkannya. Nilai output suatu pekerjaan harus dibandingkan dengan biaya untuk menghasilkannya.
MEMBATASI KINERJA ATAU PRODUKTIVITAS?
Tekanan waktu mendorong kita menyelesaikan lebih cepat, namun membatasi pilihan banyaknya kemungkinan dan membatasi penemuan solusi potensial. Pengambilan keputusan di bawah tekanan waktu cenderung mendorong terkumpulnya sedikit informasi dan bertindak lebih cepat. Akibatnya, kita cenderung merevisi hasil awal. Ketika menentukan pilihan di bawah tekanan waktu, kita terfokus pada informasi yang tidak relevan dengan hasil positif, daripada hasil negatif dan positif.
Kita memiliki sumber daya kognitif terbatas, dan setiap tugas membutuhkan pilihan terkait alokasi sumber daya terbatas tersebut. Ketika waktu terbatas, untuk menghemat sumber daya ini, kita cenderung mengambil jalan pintas. Masalahnya jalan pintas rentan terhadap kesalahan sistematis.
Mengambil lebih banyak waktu pada semua tugas jelas tidak efisien, karena kita tidak hanya peduli tentang kinerja tetapi juga tentang produktivitasnya; memperoleh hasil maksimal dalam waktu terbatas yang kita miliki.
Perhatian kita akan waktu mengubah suasana hati kita terhadap tugas yang sedang dikerjakan. Mis., tidak menyadari berlalunya waktu dikaitkan dengan motivasi, situasi bahwa kita sedang mengerjakan tugas atas keinginan sendiri, tanpa keterpaksaan. Bekerja di bawah deadline membuat kita percaya kita menyelesaikan tugas karena kita harus dan bukan karena kita ingin.
Pola dalam kinerja menunjukkan penurunan seiring berjalannya waktu. Ini berarti bahwa tingkat kinerja paling tinggi berada di awal pengerjaan tugas, dan menurun seiring waktu. Secara praktis, berarti bahwa lebih banyak waktu umumnya dikaitkan dengan kinerja yang lebih tinggi. Penggunaan deadline yang tepat dapat memaksimalkan produktivitas, mempercepat penyelesaian tugas dan dapat menstimulasi kita mengambil tindakan yang kita hindari.