Di sebuah kampung kecil yang tersembunyi di balik bukit-bukit hijau, tumbuhlah seorang gadis bernama Suci. Suci memiliki kecintaan yang mendalam pada kata-kata. Setiap sore, dia duduk di bawah pohon rindang, memandang jauh sambil lalu mengucapkan kata-kata yang dia rangkai menjadi cerita-cerita kecil tentang alam; bunga, kelinci dan petualangan. Setiap malamnya, banyak anak-anak mencarinya hanya untuk mendengar Suci bercerita.
Suatu hari, Suci melihat sesuatu yang berkilauan di antara rerumputan. Suci ingin memungutnya, keraguan menghalangi dan Suci mengurungkan niatnya. Ketika Suci akan berbalik arah, sesuatu itu tambah berkilau seperti bintang di langit malam, mendorong Suci untuk mendekatinya. Ketika Suci menyentuhnya, kilauan hilang dan ternyata itu adalah sebuah pena. Suci tersenyum dan pena itu pun mulai menari-nari di tangannya. Inilah hadiah dari alam semesta untuknya.
Suci mulai menulis dengan pena itu. Setiap kata yang tercipta membawa keajaiban. Ketika dia menulis tentang mentari, percikan-percikan cahaya menerangi sekitarnya. Ketika dia menulis tentang cinta, bunga-bunga mekar dengan indahnya. Pena itu membawa Suci ke dunia lain, tempat di mana kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah segalanya.
Bukan hanya di kampungnya, Suci menjadi terkenal di dunia tulis menulis. Orang-orang berharap mendengarkan ceritanya. Mereka terinspirasi untuk menulis dan berbagi kisah mereka sendiri. Bukan hanya anak-anak muda, para penulis cerpen datang ke bawah pohon rindang untuk belajar dari Suci. Mereka menyadari bahwa menulis bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang rasa, imajinasi dan keberanian.
Suatu hari, Suci duduk bersama cucunya, bernama Holy, di bawah pohon dengan pena ajaib di tangannya. Dia bercerita kepada Holy tentang perjalanan hidupnya. Pena itu menari dengan riang, mengingatkan Suci pada semua cerita yang telah dia tulis. Suci merasa puas. Kepuasan yang tak tergantikan karena dia telah menemukan arti sejati dari bercerita.
Suci memutuskan untuk menulis satu cerita terakhir. Cerita tentang perjalanan pena itu sendiri. Dia menulis dengan hati yang penuh cinta. Ketika selesai, pena ajaib mengeluarkan cahaya terang, lalu menghilang. Suci tersenyum. Dia tahu bahwa pena itu telah menuntaskan tugas sejatinya.
Kini Holy melanjutkan tradisi Suci. Dia menulis dengan penuh semangat dan keberanian. Sang pena menari di antara kata-kata, membawa inspirasi bukan hanya kepada dunia tulis menulis, tetapi ke seluruh dunia. Dan di bawah pohon rindang, cerita-cerita baru tercipta, menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan.
Leave a Reply