Ada percikan api di dalam diri kita yang membara untuk sesuatu. Tugas kita untuk menemukan, menyulut dan menjaganya tetap menyala. Ini adalah hidup Tuan, dan hidup ini singkat. Jangan biarkan orang lain memadamkan api Tuan. Cobalah semua yang ingin Tuan coba. Bermimpilah dengan mata terbuka sampai Tuan tahu persis nyatanya seperti apa. Ikuti intuisi Tuan ke mana pun ia pergi.
Ada yang seringkali bekerja lebih cepat daripada kecerdasan intelektual. Itulah intuisi. Salah satu kompetensi kepemimpinan adalah mampu mendengarkan intuisi, dan menggunakannya untuk beradaptasi pada saat itu. Tuan, yang mengklaim diri sebagai seorang pemimpin sering menemukan situasi yang tidak berjalan sesuai rencana dan membutuhkan keputusan cepat. Intuisi adalah alat yang berguna untuk menavigasi saat-saat ketidakpastian, ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang direncanakan, dan dalam situasi di mana kekurangan informasi terjadi. Intuisi dapat membantu Tuan memotong kompleksitas mencapai sebuah keputusan.
Menurut Wikipedia: Intuition is the ability to acquire knowledge without proof, evidence, or conscious reasoning, or without understanding how the knowledge was acquired.
Berkembangnya data yang dapat diakses dengan mudah telah menyebabkan pergeseran pola pikir dan praktik pengambilan keputusan berbasis data. Penggunaan data memberikan peluang besar untuk membuat keputusan yang efektif dalam banyak situasi. Namun ketika kebutuhan akan data tidak terpenuhi, intuisi menjadi pilihan penting. Tuan harus siaga menghadapi momen dan keputusan sulit dengan mendengarkan intuisi.
Inilah pentingnya peran intuisi sebagai dasar untuk mengatasi batas-batas rasionalitas dalam lingkungan yang tidak stabil.
Dalam situasi yang tidak memiliki juklak atau prosedur yang jelas, intuisi berbasis pengalaman dapat diandalkan, karena dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik. Menyertakan intuisi ke dalam pengambilan keputusan itu halal ketika waktu terbatas, berlaku ketidakpastian dan ketika digunakan sebagai keseimbangan untuk analisis rasional.
MENGENALI KEBIJAKSANAAN
Intuisi, semakin sering diabaikan, semakin sepi jadinya, membuatnya tidak dapat diakses dalam situasi yang menantang, yakni di saat yang paling dibutuhkan. Para pemimpin mengembangkan kepercayaan terhadap intuisi mereka dan belajar untuk mengenali kebijaksanaan yang berasal darinya.
Ketidakpastian seringkali mengharuskan kita mengambil keputusan dengan cepat untuk memenuhi persyaratan temporal yang menantang dalam lingkungan yang dinamis.
Sebagian besar fenomena tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat diprediksi, dan tidak pernah terulang. Semua yang kita katakan dan lakukan tidak dapat sepenuhnya diatur sebelumnya. Untuk sebagian situasi yang tidak diketahui, responsnya tentu tidak dapat diketahui, kalau tidak begitu bukanlah respons. Bagaimanapun matangnya perencanaan, akan selalu ada situasi baru yang harus dihadapi.
Taburkan garam secukupnya.
Secukupnya kita menjadi orang yang diarahkan oleh intuisi. Dan menjalani hidup yang harus kita alami, dan menjadi orang yang ingin kita ingat bertahun-tahun dari sekarang.
Dan ketika kita berusaha untuk mencapai impian, mungkin ada langkah-langkah terencana yang begitu kita andalkan, namun ternyata membawa kekecewaan yang cukup besar di tengah jalan, layaknya kelebihan menaburkan garam, berimprovisasilah. Jangan berkecil hati, jalan menuju impian memang tidaklah mudah. Anggaplah kekecewaan ini sebagai tantangan, ujian akan ketekunan dan keberanian. Bersabarlah. Di persimpangan jalan sana, kita lebih banyak menyesali sesuatu yang tidak kita lakukan.
Leave a Reply