Memengaruhi orang lain adalah keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini hanya dimiliki oleh seorang yang sadar kepemimpinan. Karena itu kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain, dalam mencapai tujuan. Ada banyak aspek yang bisa dibahas terkait kepemimpinan. Namun mari bahas sedikit saja esensinya; memengaruhi dan mencapai tujuan.
Memengaruhi orang lain dilakukan melalui komunikasi. Beberapa teknik yang bisa diterapkan:
- Memberi ruang bicara pada orang yang ingin dipengaruhi, kesempatan bagi mereka untuk berbagi pandangan. Dengarkan dengan empati dan pikiran terbuka untuk memahami perspektif mereka.
- Menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi. Keyakinan dalam diri adalah faktor utama, hargai itu dan karenanya ketika saatnya tiba hargai juga pendapat orang lain sambil tetap tegas pada prinsip sendiri. Ekspresikan diri dengan jelas, bicara dengan tenang, dan gunakan bahasa tubuh yang menunjukkan kepastian. Jangan lupa berikan perhatian penuh pada siapapun.
- Mengenali orang yang ingin dipengaruhi. Ini bisa dilakukan dengan cara menyimak untuk memahami kebutuhan, nilai-nilai dan minat mereka. Lalu hubungkan gagasan atau tindakan kita dengan hal-hal yang relevan bagi mereka.

Dalam mencapai tujuan apapun itu, namun tentunya tujuan bersama bukan tujuan pribadi, ada beberapa etika yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
- Fokus pada tujuan bersama. Popularitas hanyalah efek samping. Pemimpin sejati mengutamakan dampak positif bagi semua orang.
- Keteladanan. Seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik. Keteladanan memotivasi orang lain untuk mengikuti jejak dan mencapai tujuan bersama.
- Dedikasi. Kepemimpinan memerlukan usaha maksimal. Tanpanya sulit untuk mencapai kesuksesan.
- Pembelajaran seumur hidup. Selain ilmu teori, pengalaman juga berperan penting. Kombinasikan wawasan kepemimpinan dengan pengalaman praktis.
- Melahirkan pemimpin. Pemimpin sejati tidak hanya melahirkan pengikut, tetapi juga menginspirasi dan membimbing orang lain agar menjadi pemimpin.
Mari kita urai sejauh mana kebermanfaatan seorang pemimpin. Dalam skala masyarakat, pemimpin memainkan peran penting dalam menggerakkan perubahan positif di lingkungan sosial. Advokasi atau memperjuangkan isu-isu sosial dan keadilan, kolaborasi atau bekerja sama dengan individu dan/atau organisasi dalam rangka mencapai tujuan bersama, membangun hubungan dan memperkuat komunitas.
Dalam skala organisasi, pemimpin bertanggung jawab atas arah strategis dan keberhasilan organisasi secara keseluruhan. Di antaranya mengembangkan visi dan misi yang menginspirasi dan mengarahkan organisasi, mengelola sumber daya (manusia, keuangan dan teknologi), mengambil keputusan yang memengaruhi jangka panjang organisasi.
Dalam skala tim, pemimpin terlibat dalam koordinasi tugas-tugas anggota tim. Keterampilan yang berguna di antaranya berkomunikasi dengan jelas, mendengarkan dan memfasilitasi diskusi, memotivasi atau menginspirasi anggota tim, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan dukungan, mengambil keputusan berdasarkan konsensus tim.
Namun semua tingkatan kepemimpinan di atas tidak akan berfungsi dengan baik apabila kepemimpinan tidak diterapkan pada siapapun yang menganggap dirinya seorang pemimpin. Kepemimpinan diri adalah kemampuan individu untuk menguasai dirinya sendiri seperti manajemen waktu, mengendalikan emosi dan memprioritaskan tugas; memotivasi diri dan mengembangkan taktik untuk tetap termotivasi; dan mengarahkan tindakannya untuk terus belajar, mengasah keterampilan.
Itulah sebagian kecil wawasan tentang kepemimpinan yang perlu hamba ketahui. Terkecuali jika Tuan ingin sesuatu yang lebih, ini akan menghibur Tuan:
- Pastikan Tuan selalu mengabaikan janji-janji yang pernah Tuan buat. Ingat, janji-janji hanya untuk orang-orang lemah yang peduli dengan reputasi mereka. Sedangkan Tuan menyandang predikat pemimpin! Jadi, lupakan saja janji-janji itu dan biarkan orang-orang terus berharap dan menunggu.
- Ketidakjelasan, kepemimpinan yang baik melibatkan komunikasi yang jelas dan terbuka. Tapi, hei, Tuan bukan pemimpin yang baik, bukan? Jadi, gunakan bahasa yang ambigu dan biarkan orang-orang menebak apa yang sebenarnya Tuan inginkan. Itu akan membuat hidup mereka lebih menarik.
- Selain uang, masukan hanya mengganggu. Jadi, ketika orang-orang memberikan masukan, anggap saja itu sebagai angin lalu. Bukankah Tuan pemimpin yang tahu segalanya, jadi tidak perlu mendengarkan pendapat orang lain.
- Menggunakan jargon atau istilah-istilah yang rumit dan tidak masuk akal. Ini akan membuat orang-orang merasa kagum dengan kecerdasan Tuan.
- Menghindari tanggung jawab, jika ada masalah dengan selalu cari orang lain yang bisa disalahkan. Tuan hanya seorang pemimpin, bukan pahlawan. Biarkan orang-orang berjuang sendiri.
Itulah beberapa kiat untuk menjadi pemimpin yang gegabah. Jika Tuan mau, silakan mencoba.
Leave a Reply