Persepsi adalah proses di mana kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan informasi yang kita terima melalui penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan dan perasaan. Kita semua memiliki mata, telinga, hidung, tangan bukan? Tapi itu semua tidak relevan.
Persepsi adalah cara kita memahami dan menginterpretasikan dunia di sekitar kita, proses mental yang kompleks, termasuk pengolahan sensorik, memori, dan pengalaman sebelumnya. Setiap orang memiliki persepsi yang unik terhadap realitas, dan ini memengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain.
Setiap orang mengenakan sepasang kacamata baca di dalam otaknya. Kacamata ini memastikan bahwa kita hanya membaca apa yang ingin kita lihat. Mis., ketika berlalu lintas, perhatian kita tertuju pada tulisan kecil yang tertera pada sebuah mobil, lalu pikiran mengolah, menilai dan mengambil kesimpulan tentangnya. Mobil yang berukuran jauh lebih besar dari tulisan itu sendiri tidak kelihatan.
Saking cerdasnya, otak kita menyaring dan hanya memproses informasi yang relevan. Saringan ini membuang semua informasi yang tidak cocok dengan pandangan kita. Jika Tuan menganggap bumi ini datar, pikiran akan mengabaikan bukti sebanyak mungkin.
Pengalaman masa lalu juga memainkan peran besar dalam persepsi kita. Jika Tuan pernah digigit oleh seorang wanita dan membuat Tuan jatuh cinta, Tuan akan menyimpulkan setiap wanita sebagai makhluk berbahaya.
Proses terjadinya persepsi dimulai dari adanya sensasi, rangsangan dari dunia luar yang ditangkap otak melalui indra kita. Pikiran kemudian berusaha memahami dan memutuskan apakah rangsangan ini layak diperhatikan atau tidak. Jika ya, latar belakang dan kondisi psikologis menginterpretasikan rangsangan ini berdasarkan pengalaman dan keyakinan kita. Akhirnya, pikiran menyimpulkan apa yang kita lihat.
Namun, menyimpulkan adalah berarti habis perkara, tutup buku, akhir perjalanan, mati. Hamba memandang persepsi sebagai kebohongan belaka sampai sesuatu itu jelas adanya. Bagaimana menurut Tuan?
Leave a Reply