• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

(isi)

Insan Sadar Indonesia

  • SIAPA
    • INDIVIDU
    • ORGANISASI
  • MENGAPA
  • BAGAIMANA
    • KERJA MANDIRI
    • KERJASAMA KAMI
  • APA
    • BANGUN KAPASITAS
    • BANGUN MEREK
  • KONTAK
  • DISCLAIMER

Sadar Persepsi

02/05/2020 by Admin Leave a Comment

Persepsi adalah proses di mana kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan informasi yang kita terima melalui penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan dan perasaan. Kita semua memiliki mata, telinga, hidung, tangan bukan? Tapi itu semua tidak relevan.

Persepsi adalah cara kita memahami dan menginterpretasikan dunia di sekitar kita, proses mental yang kompleks, termasuk pengolahan sensorik, memori, dan pengalaman sebelumnya. Setiap orang memiliki persepsi yang unik terhadap realitas, dan ini memengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain.

Setiap orang mengenakan sepasang kacamata baca di dalam otaknya. Kacamata ini memastikan bahwa kita hanya membaca apa yang ingin kita lihat. Mis., ketika berlalu lintas, perhatian kita tertuju pada tulisan kecil yang tertera pada sebuah mobil, lalu pikiran mengolah, menilai dan mengambil kesimpulan tentangnya. Mobil yang berukuran jauh lebih besar dari tulisan itu sendiri tidak kelihatan.

Saking cerdasnya, otak kita menyaring dan hanya memproses informasi yang relevan. Saringan ini membuang semua informasi yang tidak cocok dengan pandangan kita. Jika Tuan menganggap bumi ini datar, pikiran akan mengabaikan bukti sebanyak mungkin.

Pengalaman masa lalu juga memainkan peran besar dalam persepsi kita. Jika Tuan pernah digigit oleh seorang wanita dan membuat Tuan jatuh cinta, Tuan akan menyimpulkan setiap wanita sebagai makhluk berbahaya.

Proses terjadinya persepsi dimulai dari adanya sensasi, rangsangan dari dunia luar yang ditangkap otak melalui indra kita. Pikiran kemudian berusaha memahami dan memutuskan apakah rangsangan ini layak diperhatikan atau tidak. Jika ya, latar belakang dan kondisi psikologis menginterpretasikan rangsangan ini berdasarkan pengalaman dan keyakinan kita. Akhirnya, pikiran menyimpulkan apa yang kita lihat.

Namun, menyimpulkan adalah berarti habis perkara, tutup buku, akhir perjalanan, mati. Hamba memandang persepsi sebagai kebohongan belaka sampai sesuatu itu jelas adanya. Bagaimana menurut Tuan?

Filed Under: (Rekreasi Personal) Tagged With: .Intelektual, (Syukur Nikmat), 2Kemajuan, Identifikas1, keBIJAKSANAan


ARTIKEL LAIN UNTUK MEMBANTU TUAN TAMPIL

  • Sadar Komunikasi - Komunikasi adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan yang memungkinkan kita untuk berbagi emosi. Komunikasi juga…
  • Sadar Kematian - Banyak dari kita menjalani hidup tanpa keyakinan akan apa yang ingin kita lakukan, kejelasan siapa…
  • Sadar Kemungkinan - Bagaikan sebuah pohon yang dipupuk selama bertahun-tahun, dengan berbagai cabang topik yang tumbuh [yang terkadang…
  • Sadar Cinta - Cinta mewujudkan dirinya dalam perhatian terhadap objek yang dicintai, apakah itu manusia atau benda atau…
  • Sadar Berdamai - Perdamaian adalah proses dinamis yang memerlukan pemahaman, toleransi dan rasa hormat yang mendalam terhadap keberagaman.…

Reader Interactions

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Primary Sidebar

Footer

Insan Sadar Indonesia (isi)

: para pencinta
yang sadar akan kondisi,
bermitra dengan individu dan/atau organisasi
guna membayangkan peluang
yang dapat menyelaraskan tujuan bermakna sebuah merek
dengan dampak positif.

Copyright © 2026 (isi) by Genesis Framework