• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

(isi)

Insan Sadar Indonesia

  • SIAPA
    • INDIVIDU
    • ORGANISASI
  • MENGAPA
  • BAGAIMANA
    • KERJA MANDIRI
    • KERJASAMA KAMI
  • APA
    • BANGUN KAPASITAS
    • BANGUN MEREK
  • KONTAK
  • DISCLAIMER

#7 Mengatasi Hambatan

Langkah ini tentang mengatasi hambatan yang mungkin akan menghadang Tuan mencapai tujuan. Juga tentang menangkap peluang yang mungkin tidak terlihat dan/atau Tuan lewati, yang dapat mendukung pencapaian tujuan Tuan.

Ada banyak jenis hambatan yang menghalangi kita mencapai tujuan. Mungkin Tuan pernah mengalami satu atau dua hambatan ini. Di samping setiap hambatan di bawah ini, terdapat aktivitas dari yang dapat membantu Tuan mengatasi hambatan.

  • Bingung, sumpek, mentok, stres dalam hidup (kunjungi cara Menyucikan Jiwa)
  • Kebiasaan menunda, dan kurangnya dukungan dari seseorang yang peduli (kunjungi Melaju Bersama)
  • Kebiasaan yang tidak membantu (kunjungi Menolak Penyangkalan)
  • Kurangnya rutinitas harian yang mendukung (kunjungi Membiasakan Rutinitas)
  • Nilai-nilai pribadi saling bertentangan (lihat langkah Memperjelas Nilai-Nilai)
  • Tidak ada motivasi dan semangat yang membimbing Tuan (lihat langkah Menyatakan Misi)
  • Tidak ada visi yang jelas tentang masa depan yang Tuan inginkan (lihat langkah Membayangkan Visi)
  • Tujuan tidak jelas (lihat langkah Mengembangkan Tujuan)
  • Kurangnya rencana spesifik (lihat langkah Implementasi Perencanaan)

Hambatan Terbesar: Pikiran Tuan

Program ini dirancang untuk membantu Tuan mengatasi hambatan, dan salah satu hambatan terbesar dalam pencapaian tujuan yang harus Tuan atasi adalah pikiran Tuan!

Tuan tidak bisa mengendalikan hambatan seperti situasi politik, ekonomi, bencana alam, dan segala sesuatu yang orang lain katakan dan lakukan. Tetapi Tuan dapat mengubah cara Tuan berpikir tentang segala hal, yang kecil bahkan yang besar sekalipun.

Banyak orang melihat hambatan sebagai teka-teki untuk dipecahkan. Sedikit yang memandang hambatan sebagai peluang untuk berkembang. Yang lain menganggap hambatan sebagai ancaman. Yang lainnya lagi menjadikan hambatan sebagai tanda bahwa kesuksesan bukan milik mereka. Cara pandang Tuan tentang hambatan memengaruhi reaksi Tuan.

Apakah emosi Tuan muncul sebagai hasil dari pikiran, ataukah pikiran Tuan itu muncul berdasarkan sensasi dalam tubuh Tuan. Gunakan kekuatan pikiran Tuan untuk menghindari jebakan menjadi manusia, makhluk yang berpikir.

Tugas 1: Hambatan Pikiran

Tuan tahu, hamba harus mengatasi hambatan pikiran saya berulang kali selama proses pembuatan program ini. Hamba sendiri menggunakan pendekatan Kolom Pikiran Positif di bawah ini.

Di kolom kiri, hamba menulis hambatan pikiran [negatif] yang tampak menghambat kreativitas. Ini harus hamba ubah. Di kolom kanan, hamba menjelaskan pikiran positif sebagai pengganti hambatan pikiran sebelumnya.


Tuan dapat membuat Kolom Pikiran Positif di Jurnal Tuan, dan melakukan aktivitas ini dengan mitra pendukung Tuan. Lalu mendiskusikan bagaimana Tuan akan mengatasi hambatan pikiran di masa depan. Catat kekuatan Tuan di dalam Jurnal.


Tugas 2: Mengatasi Hambatan

Tentukan tiga tindakan pilihan Tuan untuk mengatasi hambatan dan meraih peluang, lalu catat di Jurnal Tuan.

Tindakan 1: Menerima bahwa hambatan akan muncul dengan sendirinya

Tuan akan menghadirkan pikiran yang lebih baik untuk mengatasi hambatan ini dengan mengatakan pada diri sendiri:

“Aku tahu dan menerima bahwa ketika aku berusaha mewujudkan visi dan mencapai tujuanku, mungkin akan ada hambatan. Aku mengakui bahwa apa pun yang salah bisa salah. Pada saat yang sama, aku bertekad untuk berbalik pikir secepatnya, dan mengganti perspektifku dari menjadi korban menjadi kekuatan diri. Dan aku tahu bahwa aku punya sumber daya untuk mengatasi rintangan apapun yang muncul. Semangat dan komitmen terhadap perwujudan visi memberiku energi dan ketekunan yang kubutuhkan.”

Tindakan 2: Mengubah sikap dan pendekatan Tuan

Miliki sikap positif. Percaya diri itu magnet.

Katakan pada diri sendiri: “Ada banyak peluang di mana-mana, aku bisa, dan pasti menemukannya!”

Tindakan 3: Penasaran dan memperhatikan semua yang ada di sekitar Tuan

Katakan pada diri sendiri: “Aku bisa, dan akan memperhatikan semua yang terjadi di sekitarku. Aku akan:

  • mengajukan pertanyaan, dan lebih banyak mendengar,
  • berbagi informasi dengan siapapun untuk keuntungan mereka sendiri, itu cukup membuatku puas,
  • menjelaskan visiku, dan menerima masukan dari orang-orang, dan
  • melihat apakah aku mampu menerjemahkan semua yang kusaksikan menjadi peluang yang sesuai dengan tujuanku”.

Tindakan 4: Tetap fokus pada hal penting; renjana Tuan

Program ini didedikasikan untuk membantu Tuan memperjelas hal yang paling penting bagi Tuan. Jika Tuan tetap fokus pada penemuan peluang yang sesuai dengan renjana, Tuan akan meningkatkan kemungkinan menjalani hidup sebaik mungkin.

Katakan pada diri sendiri: “Aku akan melihat semua peluang dan menimbangnya dengan renjanaku sehingga aku tetap fokus pada hal penting dan tidak teralihkan oleh apapun yang orang lain ingin aku lakukan atau oleh aktivitas apapun yang tidak penting bagiku.”

Tindakan 5: Mengambil lebih banyak risiko

Peluang dan risiko sering kali berjalan beriringan. Kadang-kadang kesempatan datang dan pergi dengan cepat, jadi bersiaplah untuk mengatakan “Ya” ketika hati Tuan mulai mengamini setelah mendengar peluang dan pikiran Tuan berkata, “ini cocok dengan renjanaku”.

Katakan pada diri sendiri: “Secara realistis aku akan mengambil risiko yang telah kuperhitungkan, yang mendorong perbaikan hidup, dan akan meninggalkan risiko itu segera setelah aku menyadari bahwa itu bukan yang terbaik untuk dilanjutkan.”

Tindakan 6: Bersosialisasi

Semakin banyak orang yang Tuan kenal, semakin banyak peluang yang akan tampak. Berapa banyak peluang muncul ketika Tuan menonton televisi? Berhentilah menghabiskan waktu menonton TV atau melakukan aktivitas yang bukan prioritas, karena itu bisa melunturkan renjana Tuan. Sebagai gantinya, berinteraksilah dengan lebih banyak orang [secara langsung atau online] yang berbagi renjana Tuan.

Katakan pada diri sendiri: “Aku akan menggunakan waktuku untuk berinteraksi dengan lebih banyak orang yang mungkin dapat memberikan peluang akan koneksi.”

Tindakan 7: Siapa Anda membuat perbedaan

Segala sesuatu yang Anda katakan dan lakukan, bahasa tubuh dan nada suara Anda, akan berdampak pada apakah orang ingin membantu Anda atau tidak, dan/atau menyarankan peluang baru.

Katakan pada diri sendiri: “Aku menyadari bagaimana aku memengaruhi orang lain, dan aku akan mengarahkan tindakan dan keputusan yang membangun koneksi yang saling menguntungkan.”

Tindakan 8: Berguna

Jadilah seorang dermawan, yang menawarkan bantuan dan saran. Beritahu orang-orang bahwa Tuan suka melakukan semua yang Tuan lakukan. Itu mengesankan orang-orang ketika mereka bertemu orang-orang yang mencintai pekerjaan mereka dan mereka yang ingin membantu orang lain. Tindakan positif yang Tuan ambil untuk membantu orang lain biasanya kembali kepada Tuan dengan cara yang positif.

Katakan pada diri sendiri: “Aku akan mengenali dan menindaklanjuti cara-cara membantu orang lain, dan menunjukkan minat serta kemampuanku yang penuh renjana.”

Tindakan 9: Berpikir kreatif (mendompleng ide dan tren untuk menciptakan peluang)

Perlu pemikiran kreatif untuk memanfaatkan peluang. Salah satu cara berpikir kreatif adalah dengan bertanya pada diri sendiri,” Apakah aku bisa menambahkan nilai pada sesuatu dengan cara unikku sendiri?”, “Kebutuhan apa yang bisa kupenuhi?”.

Misalnya, kekasih hamba suka masak, suka anak-anak, dan suka mempromosikan nutrisi. Meski bukan seorang koki profesional, ia mampu menyelenggarakan acara Ibu-ibu Memasak tahunan untuk anak-anak yang doyan jajan untuk mengenalkan mereka pada nutrisi. Itu hasil pemikiran kreatif. Salah satu cara berpikir kreatif adalah dengan mengajukan pertanyaan, “Cara apa saja yang bisa mencapai tujuan ini?”.

Katakan pada diri sendiri: “Aku bisa, dan akan menemukan tren dan ide yang mampu mendukung pencapaian tujuanku. Aku akan memanfaatkan semua yang kupelajari dan berpikir kreatif untuk melihat bagaimana aku bisa memanfaatkan peluang yang ada karena tren dan ide ini.”

Tindakan 10: Bertindak

Kenali dan pilih peluang yang paling cocok dengan tujuan Tuan karena kita semua memiliki waktu yang terbatas. Analisis dengan manfaat-biaya dan biaya-peluang. Kemudian putuskan untuk mengambil tindakan. Tambahkan tindakan-tindakan ini ke dalam rencana Tuan. Pada saat yang sama, Tuan harus mau mengubah keputusan itu sesuai kebutuhan di masa depan.

Waktu, uang, dan energi kita hanya untuk dicurahkan pada semua yang harus dilakukan dan senang melakukannya.

Katakan pada diri sendiri: “Aku berkomitmen penuh mengejar tujuanku sehingga aku akan memutuskan apakah suatu peluang sepadan dengan waktu, uang, dan energiku dan mampu mendekatkanku pada pencapaian tujuan itu. Jika ya, maka aku akan mengambil tindakan terhadap peluang itu.”


Untuk mempertahankan komitmen Tuan dalam mengatasi hambatan, baca Memandu Program.

Selamat, Tuan telah terbebas dari rintangan yang menghambat perjalanan Tuan!

Lanjutkan ke langkah #8 Mengembangkan Tujuan

Primary Sidebar

Footer

Insan Sadar Indonesia (isi)

: para pencinta
yang sadar akan kondisi,
bermitra dengan individu dan/atau organisasi
guna membayangkan peluang
yang dapat menyelaraskan tujuan bermakna sebuah merek
dengan dampak positif.

Copyright © 2026 (isi) by Genesis Framework