Ada 2 (dua) tipe manusia; 1 (satu) yang menuntaskan tugas, dan 1 (satu) lagi yang tidak menuntaskannya. Perbedaan keduanya bukan pada bakat, kecerdasan, keberuntungan atau hal lain yang sifatnya tidak jelas; atribut tak berguna yang dimiliki orang-orang yang mempercayai hal klenik.
Ini perbedaannya: orang yang menuntaskan tugas, mereka melakukan sesuatu; yang satunya lagi mereka tidak melakukan apa pun.
Sesederhana itu.
Jika Tuan pikir Tuan paham maksud hamba, hamba nyatakan Tuan belum paham. Jika Tuan tidak setuju, suka-suka.
Lengkapnya izinkan hamba jelaskan dengan sebuah perumpamaan… ketika Tuan buang air besar (beabe), Tuan beabe dengan sendirinya. Titik.
Tuan tidak begitu? Lah kalau hamba begitu kok.
Mari kita ulangi… ketika hamba beabe, hamba beabe dengan sendirinya; begini, hamba jongkok di atas kloset lalu tuntas deh. Seeegitu sederhananya.
Begitupun dengan tugas-tugas. Hamba tak perlu memikirkannya, membaca buku tentangnya, menghadiri seminar, mempelajari sistemnya, atau belajar banyak hal lainnya. Hamba pun tak perlu bercerita kepada siapapun yang hamba temui, atau bergabung dengan sebuah forum lalu membahasnya di sana.
Duduk dan Kerjakan
Ketika hamba mau membuka usaha, hamba tidak bepergian berhari-hari mencari sebuah nama bagus untuk perusahaannya, menetapkan slogannya yang keren atau membangun websitenya; mendesaiannya bagaimana ia akan terlihat, bertanya kepada teman-teman apakah mereka menyukai warnanya dan mencoba-coba puluhan template dsb.
Dengan masuk kakus, hamba tidak melakukan itu semua. Bahkan hamba tidak mendirikan sebuah perusahaan yang khusus sebagai tempat pembuangan kotoran, akan banyak modal yang akan hamba buang, sungguh tak terbayang bagaimana jadinya nanti. Hamba hanya masuk kakus, lalu beabe.
Untuk beabe, hamba tidak menunda-nunda, atau merencanakan proyek beabe yang baru setiap hari, hamba tidak masuk kakus lalu berbisik “Ah mungkin lain kali saja”. Akan tetapi, hamba nagen (jongkok telanjang bulat pantat sendiri) dan ngaheujeun. Atau ketika berada di tengah jalan hamba berteriak, “Aaah… teungteuingeun (ter..la..lu)!”, lalu hamba berhenti beabe. Tidak begitu. Yang hamba lakukan adalah menuntaskan. Jika tidak, Tuan tahu sendiri, sesuatu akan meledak, lalu seluruh ruangan akan dipenuhi oleh ….
Seperti guru matematika Sekolah Dasar dulu bilang, “Duduk dan kerjakan!”. Tak ada cara lain. Tak pernah, dan tak akan pernah ada. Tuan tentu pernah membaca kisah orang-orang besar yang tercatat dalam sejarah, mereka melakukannya dengan cara itu.
Duduk dan kerjakan, adalah disiplin yang harus Tuan pegang jika Tuan ingin walau sekali saja pernah melakukan sesuatu untuk hidup Tuan; masuk kakus dan sedikit kreativitas memeras (ngaheujeun).
Tuan Terlalu Besar untuk Diceboki Ibu Tuan
Tak seorangpun mau melakukannya untuk Tuan, harus Tuan sendiri yang melakukannya. Tuan tidak perlu orang lain untuk menuntaskan tugas Tuan.
Tuan tidak perlu mencari seseorang untuk mengungkapkan isi perut Tuan. Teman-teman Tuan tidak boleh merusak keyakinan Tuan. Tuan harus melakukannya sendiri, dan tidak melirik kakus lain yang Tuan pikir mungkin lebih hijau dari kakus di mana saat ini Tuan berada.
Tuan tak perlu membahasnya di Yahoo! Groups. Tuan tahu bagaimana melakukannya. Tubuh Tuan tahu cara beabe, hanya itu yang bisa menolong Tuan. Tuan kagumi tubuh sendiri, dan biarkan tubuh Tuan mengagumi dirinya sendiri. Jadi, setidaknya Tuan jongkok sehari sekali dan lalu peras sedikit. Sesuatu pasti keluar.
I’ve got a sayin’ in my life that’s got me by so far
Well it may not be right but nobody’s gonna tell me I’m wrong
The first mistake is leave it up to somebody else
If you want somethin’ done you got to do it yourself
I’ll do it myself before somebody makes a fool out of me
Lynyrd Skynyrd – Best Things in Life
Apa? Tuan mengatakan sesuatu? Tuan tak punya pilihan! Karena Tuan harus beabe. Tuan beabe, dan tanpa kesulitan. Tuan tak boleh melakukan selain daripada itu. Tuan boleh mancing di sungai, lalu mengambil batu yang cukup besar dan memukulkannya di kepala Tuan. Itu baru pilihan.
Jadi jika Tuan memutuskan untuk tetap hidup, maka Tuan harus menuntaskan tugas Tuan. Tak ada cara lain. Karena jika Tuan tak menuntaskannya, Tuan akan menghadapi sebuah realitas yang pahit, lalu merasa seperti Tuan diabaikan tuhan dan pada akhirnya meninggal dunia dengan reputasi yang menyedihkan.
Atau jika Tuan mau menjadi sampah tak berguna karena tak punya nyali untuk melakukan sesuatu yang seeegitu sederhananya, hamba pun tak akan kasihan pada Tuan, maka matilah sebagai seorang pecundang. Sebaliknya jika Tuan punya [sedikit saja] harga diri, maka bangkitlah, jangan beabe di celana! Masuk kakus, buka celana lalu beabe. Bahkan hamba tak mengimbau Tuan untuk cebok setelahnya.
Ada 2 (dua) tipe manusia, Tuan yang mana? Yah bukan waktunya berdebat tentang paham tidaknya Tuan pada makna catatan ini. Sekarang waktunya memeras pantat Tuan.
Leave a Reply