Orang-orang merasakan hubungan dengan sebuah merek berasal dari bagi pengalaman positif dengan merek tersebut dari waktu ke waktu sehingga tercipta kepercayaan, yang timbul dari penciptaan perasaan yang baik, dan memecahkan masalah mereka serta memperlakukan mereka dengan baik.
Catatan ini menyediakan istilah yang digunakan dalam blog ini, yaitu brand building atau branding atau membangun merek.
Membangun
Membangun adalah suatu proses yang berkesinambungan dengan dua implikasi utama yaitu; change (perubahan) yang terus menerus, dan growth (pertumbuhan) yang berkelanjutan.
Brand/ Merek
- Merek bukan nama produk atau layanan ataupun nama organisasi.
- Merek bukan logo ataupun slogan organisasi.
- Merek bukan kantor atau website.
Itu semua adalah atribut dari sebuah merek.
Merek adalah pengalaman hubungan rasional, emosional dan kultural; kesan, anggapan atau persepsi orang-orang tentang sebuah merek.
Merek terdiri dari tiga unsur penting; rasional, emosional dan budaya. Masing-masing diperlukan untuk berbagi nilai-nilai individu/ organisasi yang diwakilinya dan terhubung dengan pemangku kepentingan.
Sebuah merek harus memenuhi baik emosi yang berorientasi nilai maupun nalar yang berorientasi utilitas, keduanya dalam bahasa budaya bersama agar terhubung dengan pengguna merek tersebut. Untuk memupuk hubungan jangka panjang dengan khalayak tertentu, merek harus mampu mengomunikasikan nilai-nilai yang tepat sambil memprovokasi respons emosional yang positif terhadap merek.
- Unsur rasional mencakup entitas material berwujud yang diwakili oleh merek; produk, filosofi perusahaan dan integritas layanan. Ini adalah ranah logis, fokus pada manfaat fungsional dari produk yang ditawarkan; fitur, prosedur, preferensi dan utilitas.
- Sementara unsur rasional meyakinkan konsumen bahwa mereka perlu membeli sesuatu, unsur emosional menentukan dengan tepat produk mana yang perlu dibeli. Unsur ini dirancang untuk terhubung dengan emosi pelanggan, memotivasi mereka untuk membeli sambil memperkuat loyalitas terhadap merek. Ini adalah ranah perasaan, pengalaman indrawi dan persepsi nilai, dengan gambaran atau deskripsi yang menarik, intim, menyenangkan dan memuaskan.
- Unsur budaya adalah menyesuaikan merek dengan ideologi, bahasa, nilai-nilai dan gaya khalayak. Tidak ada merek yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan setiap pelanggan, sikap emosional terhadap produk yang sama dapat sangat bervariasi berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, budaya dan status sosial ekonomi. Agar berpengaruh dan menginspirasi tindakan [pembelian], merek harus berbicara bahasa yang sama dengan khalayak dan berbagi keyakinan yang sama dengan khalayak target.
Nah, merek Tuan adalah segala yang dipahami oleh orang-orang tentang Tuan, dan semua hal yang orang-orang sampaikan kepada orang lainnya ketika mereka menceritakan tentang Tuan.
Jadi brand building adalah …, silakan Tuan simpulkan sendiri.
Leave a Reply