Tak perlu hasil riset untuk meyakinkan Tuan bahwa betapa buruknya gaya hidup tanpa gerak baik untuk kesehatan jiwa maupun raga. Toh Tuan sendiri merasakannya.
OLAHJIWA
Di dunia yang super sibuk ini, kita cenderung fokus pada kinerja peragaan, sementara sisi terpenting, jiwa, kita abaikan. Sering kali kita abaikan, sehingga kita mudah sekali terganggu, bahkan oleh pikiran kita sendiri.
Dzikir adalah gerakan terbaik yang memungkinkan kita fokus pada hal yang benar-benar penting. Dengan berdzikir, jiwa terpelihara, batin terasa damai, dan pola pikir positif terjaga sehingga kita tetap waras.
Setelah membaca satu atau dua artikel tentang dzikir, mungkin Tuan merasa termotivasi untuk mempelajarinya. Namun tanpa menginternalisasi untuk merasakannya serta komitmen untuk melakukannya, Tuan akan kehilangan satu-satunya kesempatan untuk memberi nutrisi yang diperlukan jiwa Tuan; nutrisi yang membuat Tuan terlindungi dari berbagai virus duniawi yang membahayakan kehidupan. Karena itu seharusnya dzikir menjadi kebiasaan yang Tuan lakukan layaknya menyantap makanan.
Tuan makan dengan mode autopilot, menyantap makanan tanpa perlu berpikir. Tuan mampu melakukannya karena Tuan telah melakukannya sekian lama dan berulang-ulang sehingga makan menjadi bagian dari hidup Tuan.
Salah satu cara untuk membiasakan dzikir adalah mengikatnya dengan kebiasaan lama. Tuan bisa memilih satu kebiasaan yang Tuan lakukan setiap hari dan berkomitmen menyertakan dzikir ketika melakukannya. Sebagai contoh, berdzikir sambil ngopi.
Dan, membiasakan aktivitas yang dilakukan tubuh, otak kita cenderung menolak ketidaknyamanan, karenanya harus diawali dengan melakukan hal kecil terlebih dahulu. Lain halnya dengan dzikir, sekali dilakukan, akan membuat hati kita bergerak tanpa henti, karena kita merasakan ketenangan, keadaan damai bersama-Nya.
OLAHRAGA
Kita semua menginginkan cara instan untuk mendapatkan tubuh yang bugar sehingga kita dapat melakukan banyak hal dalam hidup kita. Ide untuk bisa mendapatkan hasil dalam waktu singkat, terdengar seperti pikiran orang yang tidak punya otak.
Ubah cara berpikir Tuan tentang olahraga. Alih-alih mengambil terlalu banyak waktu Tuan, anggap itu sebagai ‘waktuku’ Tuan. Bagaimanapun, Tuan perlu merawat diri sendiri dengan cara terbaik. Kelilingi tubuh Tuan dengan kebugaran. Melangkahlah ke toko es krim untuk berolahraga. Ketika Tuan punya waktu luang, baca artikel kebugaran agar Tuan termotivasi. Lakukan segala sesuatu yang menyenangkan. Olahraga tidak harus mengerikan. Bergabunglah dengan anak-anak bermain bola atau sekadar lompat tali.
Dan bila Tuan tidak punya banyak waktu, sebuah studi menyarankan cara berolahraga dalam waktu minimum (the scientific 7 minutes workout), dan lagi, hanya bermodalkan berat badan, kursi, lantai dan dinding kamar rumah. Tetap saja, untuk hasil maksimal, Tuan perlu melakukannya secara berulang.
Pikirkan tentang betapa damainya perasaan dan bugarnya penampilan Tuan. Setelah dua puluh satu hari berolahjiwa dan berolahraga secara teratur, Tuan akan menyadari bahwa Tuan memiliki lebih banyak energi positif mengalir dalam diri Tuan. Itu karena Tuan menggerakkan jiwa dan raga Tuan.