Melatih rohani bukanlah kegiatan untuk menambah jadwal sibuk Tuan yang padat. Latihan rohani tidak terbatas pada tempat atau waktu khusus. Latihan rohani adalah segala sesuatu yang Tuan lakukan setiap hari, karena mana ada aktivitas Tuan yang tidak melibatkan roh. Ini tentang bagaimana Tuan bangun dan merasakan hidup dengan realitas spiritual di sekitar Tuan. Latihan adalah jalan yang Tuan tempuh dalam perjalanan rohani atau spiritual Tuan, jadi semua yang kita lakukan bisa menjadi latihan.
Melatih rohani adalah pelaksanaan tindakan dan aktivitas secara teratur atau penuh waktu yang dilakukan untuk tujuan mendorong pengalaman dan perkembangan spiritual. Sebuah metafora umum yang digunakan dalam tradisi agama-agama besar adalah menempuh jalan. Oleh karena itu, latihan spiritual menggerakkan seseorang di sepanjang jalan menuju suatu tujuan. Tujuannya secara beragam disebut sebagai keselamatan, pembebasan atau kesatuan [dengan Tuhan].
Ketika berolahraga secara fisik, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Tubuh atau jasmani adalah wujud keberadaan kita. Jika tidak sehat, maka seseorang akan amburadul.
Ketika berolahraga, begitu banyak orang membiarkan pikiran mereka mengecoh tubuh mereka. Seseorang akan fokus pada bagian tubuh yang salah karena mereka ‘berpikir’ di situ ada yang berbeda. Atau lebih buruk lagi, pikiran mendorong tubuh melewati rasa sakit untuk menyakiti diri sendiri. Ketika seseorang membiarkan pikiran mereka mengendalikan tubuh mereka, mereka menciptakan segala macam efek samping fisik.
Itulah ketika berolahraga seseorang harus membiarkan tubuh mereka mengarahkan prosesnya. Pikiran seharusnya hanya menjadi pengamat luar yang memungkinkan umpan balik untuk menyempurnakan hasilnya.
Ketika menjelajahi rohani, orang-orang bermasalah karena mereka terlalu logis. Mereka membiarkan pikiran memutuskan apa itu rohani dan bagaimana seharusnya bertindak. Karenanya kemudian pikiran tersebut membelokkan dari arah spiritual dan menciptakan segala macam masalah spiritual:
Ketidaksabaran. Kita mengalami waktu dalam pikiran kita, dalam pengalaman kita. Jika kita mendapati diri tidak sabar, maka kita tahu waktu kegelisahan merayap masuk untuk mengarahkan perjalanan.
Tidak menetapkan tujuan. Tujuan adalah bangunan berbasis penilaian yang digunakan pikiran kita untuk menjaga perjalanan tetap pada jalurnya. Segala sesuatu memiliki bobot dan nilai yang sama dalam konteks spiritual. Kita menggunakan semua sumber daya yang kita punya untuk memperkaya cara kita hidup. Setiap pengalaman memberi kita pengaruh untuk digunakan.
Perasaan takut. Ketakutan adalah pikiran yang merasa kehilangan kendali. Bahwa kisah perjalanan yang kita tempuh dengan hati-hati sekarang sedang runtuh. Ironisnya, ketika kita masuk lebih dalam ke latihan spiritual, semakin terpusat seseorang dalam hidup mereka. Kita menemukan bahwa pikiran tidak bisa mengendalikan segalanya.
Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kisah perjalanan spiritual yang tak terhitung jumlahnya dan dapat memilih mana yang akan disimpan dan diceritakan. Ketika Tuan memperdalam latihan spiritual, Tuan menjadi lebih mudah dalam membentuk kehidupan, menjadi lebih seimbang dan menghapus cerita apa pun yang tidak berguna dalam hidup Tuan.
Leave a Reply