Sejak dini, kita diajarkan untuk berlomba, baik dalam bermain, olahraga maupun dalam kehidupan akademik. Kompetisi mendorong kita untuk melampaui batas, mengejar keunggulan dan terus berinovasi.
Dalam dunia bisnis, kompetisi mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan produk dan layanan mereka, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen.
Kurangnya pemahaman pada ciri sebuah ilmu menunjukkan ketololan. Seperti pernyataan, “Teori ini sudah usang”. Manajer mengeluhkan konsep dasar strategi, “Apa tidak ada konsep yang lebih fresh?”
Butuh penelitian puluhan tahun untuk menemukan prinsip-prinsip dasar strategi bersaing, Five Forces Framework, misalnya, [nah sekarang kita telah mengetahuinya] seharusnya kita tidak menganggapnya kurang karena sudah jelas bagi kita konsep itu menjadi praktik terbaik. Baik juga bila kita sendiri mampu menemukan teori atau model atau kerangka kerja yang baru lalu menerapkannya sendiri, silakan saja. Namun bukankah lebih baik bila kita menerapkan ilmu ‘bekas pakai’, yang jelas-jelas ampuh dan telah lebih dulu digunakan oleh mereka yang berjaya menerapkan ilmunya.
Prinsip dasar strategi itu:
- Jika Tuan ingin mendapatkan pemasukan di atas biaya modal, maka Tuan harus mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada rata-rata pesaing Tuan.
- Untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada pesaing rata-rata, Tuan harus memiliki keunggulan atau bersaing di pasar yang sangat menarik.
- Hanya ada dua cara untuk mendapatkan keunggulan; harga Tuan harus lebih tinggi, atau, biaya yang Tuan keluarkan termasuk biaya neraca [dan biaya pajak] harus lebih rendah.
- Pasar yang menarik adalah sektor di mana kekuatan persaingannya rendah. Biasanya ini terjadi karena sedikitnya persaingan. Alasan lain, karena peraturan pemerintah atau karena permintaan tumbuh lebih cepat dari pada pasokan.
Setiap hari pengusaha berupaya menemukan cara untuk memperoleh laba yang lebih tinggi daripada pesaing, atau mengurangi biaya di bawah pesaing. Jadi, ya, dalam hal ini ada banyak cara untuk bersaing.
Contoh cara mengurangi biaya pegawai, yaitu dengan merekrut mahasiswa di musim liburan mereka untuk sebuah proyek tertentu. Perusahaan hanya membayar upah minimum, yang mana mereka tidak akan merasa keberatan karena mereka mendapat nilai tambah berupa catatan pengalaman kerja untuk dicantumkan dalam CV mereka. Bahkan cara lain untuk mengurangi biaya lebih jauh lagi, dengan membayarkan sebagian besar upah melalui penyediaan fasilitas pribadi yang dapat mereka gunakan selama proyek berlangsung.
Maksud hamba adalah bahwa berusaha menemukan teori baru berikutnya jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menghasilkan kejayaan daripada menerapkan teori yang ada baik mengenai laba maupun biaya.
Tantangan Tuan dalam menghadapi persaingan yang ketat bukan untuk menulis ulang teorinya, tapi bagaimana Tuan secara kreatif menerapkannya. Dalam hal ini, Tuan perlu menciptakan nilai atau penawaran yang cerdas yang dapat membujuk pelanggan agar mereka membayar harga lebih tinggi atau inovasi operasional yang menurunkan biaya [atau menemukan pasar baru di mana sedikit pesaing?].
Kompetisi apapun adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan. Baik dalam olahraga, bisnis, atau kehidupan pribadi, kompetisi dapat menjadi alat yang berharga untuk mendorong kita mencapai potensi penuh kita.