Bulan yang terpilih memperoleh kehormatan sebagai tuan rumah awal kehadiran tamu mulia; Al-Qur’an, adalah Romadhon, sehingga dinyatakan sebagai bulan yang penuh kemuliaan, berkah dan rahmat.
Tidakkah Tuan mau menjadi yang terpilih juga, yang mana hati Tuan menjadi tempat berlabuhnya Al-Qur’an? Sambil menyambut bulan Romadhon, mari persiapkan diri untuk bercermin pada kemuliaan Romadhon sehingga kita juga mendapat kehormatan dari Alloh dalam bentuk hidayah-Nya.
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu shoum sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. al-Baqoroh : 183)
Pada dasarnya semua amal ibadah yang dilaksanakan di bulan Romadhon untuk membentuk muttaqiin (orang yang bertakwa). Shoum, sholat tarawih, i’tikaf, tadarus, memperbanyak sedekah, semua itu sarana riyadhoh an-nafsi (melatih diri) untuk menjadi terbiasa melakukan ibadah di luar bulan Romadhon.
Dalam Sirr al-Asror halaman 49 disebutkan bahwa seorang muslim harus melakukan shoum lahir batin. Kita mengetahui terdapat 3 jenis shoum. Pertama, shoum umum, yaitu menjaga lubang-lubang; telinga, mata, lubang depan dan lubang belakang dari sesuatu yang masuk sampai batas yang tidak terlihat. Kedua, shoum khusus, menjaga seluruh anggota badan dari perbuatan maksiat; mata, telinga, mulut, tangan, kaki dll. Dan ketiga, shoum khowas al-khowas, yaitu menjaga kalbu dari lupa kepada Alloh.
Rosululloh bersabda, bagi orang yang shoum akan mendapatkan dua kebahagiaan, pertama bahagia ketika ifthor (berbuka), yang kedua bahagia ketika liqo (bertemu). Ulama ahli syariat menafsirkan kebahagiaan yang pertama dengan berbuka shoum yang saatnya ketika datang waktu maghrib, dan kebahagiaan kedua ketika tampak hilal hari Idhul Fitri. Ulama ahli thoriqot menafsirkan kebahagiaan yang dapat dirasakan adalah pertama ketika masuk surga dan yang kedua adalah bahagia ketika bertemu dengan Alloh.
SUNNAH TAROWIH
Adalah sunnah salah seorang khulafaur rosyidin (kholifah mursyid), yakni Umar bin Khothob, mendirikan sholat tarowih secara berjamaah. Hal ini diterangkan dalam kitab Bukhori jilid satu, Subul as-Salam, dan al Ghuniyah li Tholib ath-Thoriqi al-Haq karya Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Sunnah tarowih ini dihidupkan oleh kholifah mursyid pada masa ini dengan bilangan roka’at sebanyak 20. Adapun sunnah witir 3 roka’at dilaksanakan setelah sunat tahajud.
LAILATUL QODR
Malam yang mulia, malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana para malaikat yang bersama Ruh al-Amin turun ke bumi yang jumlahnya lebih banyak dari pasir yang berada di gurun sahara, guna melaksanakan perintah Alloh untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar. Pada malam itu ditentukan segala urusan, rezeki, ajal dan segala sesuatu yang akan terjadi sampai malam qodr tahun berikutnya.
Memperoleh Lailatul Qodar tak perlu menunggu Romadhon tiba
Yang paling utama, pada malam itu turun inti Al-Qur’an ke dalam kalbu manusia. Mereka yang memperoleh talqin dzikir dari Syekh Mursyid, memperoleh hakikat Lailatul Qodr. Siapa saja yang mengamalkan dzikir, akan terpancar nur al-Haq (kebenaran) sehingga Alloh akan menjadi pendengaran, penglihatan dan gerak gerik orang yang telah diturunkan kepadanya inti Al-Qur’an; yakni kalimat taqwa. Itulah kenapa mereka disebut muttaqiin (orang-orang yang bertaqwa).
Leave a Reply