Keberadaan kita di sini bukan tanpa alasan, panggilan dan tujuan.
Bagi sebagian orang, wujudnya bisa apatah itu memutar roda perusahaan, roda ojek atau roda gila. Bagi yang lain, mungkin membesarkan hati, diri atau nama; melalui shuhbah, qurbah atau ghibah. Masing-masing tergantung pada takdirnya sendiri, dan berlaku ketika hari-hari yang dilalui menjadi ekspresi atas panggilan itu.
Takdir, oh takdir, konsep yang begitu misterius dan seringkali menjadi bahan lelucon ketika kita mencoba menemukan alasan mengapa hidup kita berjalan seperti komedi yang tidak lucu. Takdir adalah alasan sempurna untuk semua keputusan buruk yang kita buat, seperti main togel online dengan harapan menjadi jutawan, atau lebih buruk lagi, memilih karir berdasarkan ramalan zodiak mingguan.
Di dunia kerja, takdir adalah alasan yang kita gunakan ketika kita tidak mendapatkan promosi yang kita inginkan. “Ah, mungkin bukan takdir saya untuk menjadi manajer tahun ini,” sambil mengabaikan fakta bahwa kita menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada di spreadsheet.
Lalu bagaimana dengan keberuntungan? Keberuntungan adalah sepupu takdir yang selalu mendapat pujian ketika sesuatu berjalan dengan baik. “Saya beruntung dapat tempat parkir dekat pintu utama”, seolah-olah keberuntungan adalah magnet parkir yang kita bawa di saku belakang.
Namun, takdir juga memberi kita alasan untuk bangun di pagi hari dan berpikir, “Mungkin hari ini adalah hari di mana takdir akan memainkan kartunya.” Dan jika tidak, kita selalu bisa mengatakan, “Ah, mungkin besok,” sambil menunda rencana diet untuk ke-364 kalinya. Salut untuk takdir, yang kadang-kadang memberi kita alasan untuk tertawa dan banyak waktu memberi kita alasan untuk sama sekali tidak melakukan apapun. Hem…
Menyelami batin untuk mengenal diri yang paling dalam adalah langkah yang bisa dilakukan. Refleksi, hingga paham akan nilai-nilai otentik kita, dan ekspresi apa yang lalu tercipta.
Semakin dalam menyelam, semakin tahu diri. Semakin banyak yang tergali, semakin mudah menemukan tanda-tanda yang menunjukkan takdir itu datang. Begitu selaras, permainan terbaik sebagai manusia pun terbentang.
Leave a Reply