Pernikahan adalah penyatuan suci yang menandai awal dari komitmen untuk sama-sama berusaha saling melengkapi seumur hidup antara dua individu. Dalam banyak budaya, pacaran dan kencan mendahului penyatuan ini. Ada juga yang memulai jalinan romantis (baca: pacaran) ini setelah menikah atau ketika berumah tangga.
Rumah tangga itu seperti sebuah perusahaan startup yang tidak pernah benar-benar lepas landas, di mana setiap anggota keluarga adalah co-founder yang tidak pernah sepakat tentang visi perusahaan. Namun, seperti startup yang baik, ada beberapa nilai inti yang harus dipegang teguh agar tidak terjadi pemberontakan atau lebih buruk lagi, kudeta.
SALING PENGERTIAN
Ini adalah ketika kita berpura-pura mengerti mengapa pasangan kita perlu dua jam untuk memilih sepatu, meskipun hanya akan pergi ke pasar. Komunikasi diperlukan, berfungsi sebagai dasar untuk setiap hubungan yang bermakna. Komunikasi yang terbuka dan jujur menumbuhkan saling pengertian. Percakapan yang teratur memungkinkan setiap individu mengungkapkan kebutuhan, kekhawatiran dan harapan mereka. Keterampilan mendengarkan, empati dan saling hormat sangat penting untuk memastikan bahwa keduanya merasa dimengerti dan dihargai. Dengan terbangunnya lingkungan yang tidak menghakimi, pasangan dapat memperkuat ikatan emosional dan menyelesaikan konflik secara damai.
MENETAPKAN PERAN
Berbagi peran dan tanggung jawab yang seimbang dalam rumah tangga sangat penting untuk membina pernikahan yang harmonis. Semua pihak harus secara aktif berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan memberi sumbangsih pada pekerjaan rumah tangga dan kewajiban lainnya. Penting juga menetapkan ekspektasi yang realistis dan menegosiasikan tanggung jawab berdasarkan minat dan ketersediaan individu. Dengan memastikan pembagian tugas yang adil, dapat menghindari ketidaksetaraan sehingga memupuk kerja tim dan tanggung jawab bersama. Mirip dengan bagi tugas di kantor, tetapi di rumah tangga, ‘CEO’ sering kali adalah anak bungsu yang berusia tiga tahun, dan semua keputusan strategis didasarkan pada moodnya saat itu.
KONEKSI EMOSIONAL
Ini adalah ikatan ajaib yang membuat kita merasa hangat. Mempertahankan hubungan emosional yang positif dan kuat sangat penting untuk kelangsungan hubungan apa pun. Pasangan harus memprioritaskan waktu berkualitas bersama untuk memelihara ikatan mereka. Di tengah tuntutan kehidupan sehari-hari, menyisihkan waktu khusus untuk aktivitas bersama seperti liburan akhir pekan dapat menghidupkan kembali romansa dan menciptakan kenangan indah. Percakapan bermakna, ungkapan verbal kasih sayang dan secara aktif menunjukkan apresiasi satu sama lain dapat memperkuat hubungan emosional dan memupuk rasa intimasi yang mendalam.
MENGHORMATI RUANG PRIBADI
Dalam teori, ini berarti tidak memasuki kamar individu tanpa mengetuk. Dalam praktiknya, ini berarti tidak berteriak ketika individu menggunakan kamar mandi terlalu lama. Menunjukkan ikatan keluarga yang kuat, sama pentingnya dengan menghormati individualitas dan ruang pribadi masing-masing individu. Setiap individu membawa minat dan harapan unik ke dalam hubungan yang harus diakui dan dihormati. Mengizinkan pertumbuhan pribadi dan kemandirian dapat mencegah perasaan kehilangan identitas. Mendorong hobi atau aktivitas pertumbuhan diri membuat masing-masing individu mempertahankan perasaan diri yang sehat.
RESOLUSI KONFLIK
Dalam hubungan apapun konflik tidak bisa dihindari. Dan kunci untuk mengelolanya terletak pada kompromi. Pasangan harus mendekati konflik dengan kemauan untuk memahami perspektif masing-masing, mengidentifikasi titik temu dan menemukan solusi yang saling menguntungkan. Menghindari kesalahan, memaafkan dan mencari penyelesaian melalui dialog yang tenang dan penuh hormat dapat memulihkan keharmonisan dan memperkuat ikatan pernikahan.
PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN
Ini bukan tentang menanam pohon di dalam rumah, tetapi tentang menumbuhkan hubungan sehingga tidak ada yang merasa seperti mereka adalah tanaman yang ditinggalkan di sudut ruangan.
Setiap pasangan harus berusaha untuk mengembangkan pribadi, baik secara individu maupun sebagai pasangan. Ini mensyaratkan adanya keterbukaan untuk belajar dari pengalaman satu sama lain, mencari pengetahuan melalui pengembangan diri dan mengadakan pengayaan pernikahan jika perlu. Dengan merangkul perubahan dan beradaptasi dengan keadaan-keadaan baru, pasangan dapat mengatasi tantangan bersama dan membangun hubungan pernikahan yang tangguh.
MASALAH DALAM RUMAH TANGGA
Dari mana harus mulai? Semuanya dalam rumah tangga adalah masalah! Dari debat tentang cara menggulung wadah odol hingga misteri tentang siapa yang makan sisa silverqueen di kulkas. Dan jangan lupakan drama yang terjadi ketika WiFi tiba-tiba mati.
Langkah pertama untuk mengatasinya adalah menerima bahwa keluarga adalah orang-orang yang kita pilih untuk menghabiskan waktu bersama, meskipun kadang-kadang kita bertanya-tanya mengapa. Langkah kedua, belajar untuk bernapas dalam-dalam dan menghitung sampai sepuluh sebelum merespons. Dan terakhir, selalu simpan stok cokelat untuk situasi darurat.
Rumah tangga adalah tentang menemukan kebahagiaan dalam kekacauan, mencintai satu sama lain meskipun kita ingin menjual mereka di shopee, dan tumbuh bersama, bahkan jika itu berarti tumbuh lebih apik tentang cara menyembunyikan remote TV.
Leave a Reply