Kehidupan yang mulia tidak hanya diperuntukkan bagi segelintir orang; wanita berkulit glowing, pria bergigi rapi atau mereka yang bersilsilah kerajaan. Setiap kita dapat menciptakan kehidupan yang mulia.
Semuanya bermuara pada tindakan harian yang ringan tapi bermakna.
Seperti kalung mutiara, kehidupan yang mulia tidak lebih dari serangkaian hari-hari biasa yang diisi dengan kebermanfaatan; baik, benar dan pantas.
Ketika menjalani hari-hari, otomatis kehidupan tercipta.
Jika kita setiap hari tampil sepenuhnya dan memainkan peran kita sejak detik pertama bangun, kita dijamin mencapai kehidupan ini.
Misal kita meningkatkan derajat spiritual kita hanya 1% setiap hari, maka setelah satu bulan akan meningkat menjadi 30%. Setelah satu tahun meningkat paling tidak menjadi 365%.
Dengan disiplin untuk perbaikan terus-menerus dan keunggulan dalam cara-cara kecil setiap hari, kita dapat bertransformasi.
Kita tidak perlu melakukan, yang kita anggap ia sebagai, perubahan besar-besaran. Kita hanya perlu komitmen untuk dan fokus pada menjadi sedikit [saja] lebih baik setiap hari, dalam setiap area kehidupan kita; intelektual, spiritual, sosial, vokasional dll.
Ini sebuah bahan pertimbangan, bahwa jika kita tidak menyadari tingginya potensi dan memainkan besarnya peran kita, kita akan merasa terkhianati oleh diri kita sendiri. Dan kemudian di akhir hayat, tidak ada yang lebih menghancurkan hati orang-orang [tersayang] kita kecuali kesadaran bahwa kita telah menyia-nyiakan masa depan dengan mengabaikan [berbagai kemungkinan] hari ini.
Bagi mereka yang beranggapan bahwa kebahagiaan hanya dapat dirasakan bila sebuah kondisi terpenuhi, maka tidak akan ada kebahagiaan jika terdapat celah besar antara diri yang kita inginkan dengan diri kita yang ada pada saat ini.
Leave a Reply